Pontianak Kubu Raya Sekadau Sanggau Landak Sintang Melawi Kapuas Hulu Ketapang Bengkayang Singkawang Mempawah Sambas Kayong Utara

Darurat Kabut Asap Sekadau, RAPI Bersama Relawan Lintas Organisasi Kembali Bagikan Masker


SEKADAU – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi darurat kabut asap kembali ditunjukkan oleh berbagai elemen di Kabupaten Sekadau. Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 13 Kabupaten Sekadau bersinergi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Sekadau, Dewan Kerja Cabang (DKC) Pramuka, serta didukung penuh oleh Polres Sekadau, menggelar aksi pembagian masker massal pada Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang merupakan aksi ketiga dari rangkaian serupa ini dimulai dengan apel bersama di kawasan Terminal Lawang Kuari. Turut hadir dalam acara tersebut Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama, Ketua RAPI Wilayah 13 Sekadau Kundori (JZ21LKD), Ketua PMI Cabang Sekadau F. Iwan Karantika, serta puluhan relawan dari berbagai organisasi.

Menjangkau Berbagai Lapisan Masyarakat
Usai apel, para relawan bergerak menyusuri rute dari Kompleks Terminal Lawang Kuari menuju kawasan Penanjung. Mereka tidak hanya membagikan masker kepada pengendara yang melintas, tetapi juga menyambangi toko, warung, rumah makan, hingga pusat perbelanjaan untuk memastikan masker sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.

Ketua RAPI Wilayah 13 Sekadau, Kundori, mengungkapkan bahwa dalam setiap aksinya, tim relawan berhasil menyalurkan lebih dari 5.000 lembar masker.

“Ini aksi yang ketiga kalinya. Alhamdulillah, setiap pembagian sekitar 5.000 lebih masker kita salurkan, baik ke pasar, fasilitas umum, maupun di jalan raya,” kata Kundori.

Selain distribusi bantuan, para relawan juga memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap yang kian tebal.

Imbauan Batasi Aktivitas Luar Ruangan
Ketua PMI Cabang Sekadau, F. Iwan Karantika, mengimbau masyarakat, khususnya pelajar dan lansia, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik.
“Suasana sudah cukup mengkhawatirkan, kabut asapnya sudah cukup tebal dan sudah berlangsung lama. Jadi dimohon kepada masyarakat untuk membatasi kegiatan atau aktivitas di luar ruangan,” imbau Iwan. Ia juga menekankan agar mereka yang terpaksa beraktivitas di luar wajib menggunakan masker guna meminimalisir paparan partikel berbahaya.

Sementara itu, Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama menyatakan bahwa pembagian masker adalah langkah preventif untuk melindungi masyarakat dari gangguan pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Bagaimanapun juga, kesehatan masyarakat supaya ini bisa lebih tercegah daripada dampak negatif kabut asap tersebut,” ujar Kapolres.

Peringatan Dini Bahaya Kebakaran Lahan
Di samping isu kesehatan, AKBP Andhika juga menyoroti aspek keselamatan lalu lintas dan pencegahan kebakaran. Kabut asap yang tebal dapat mengurangi jarak pandang pengemudi, sehingga berpotensi memicu kecelakaan.

Lebih jauh, Kapolres mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau hutan, terutama di tengah fenomena cuaca El Nino yang masih berlangsung.
“Yang paling utama adalah mengingat cuaca El Nino yang masih panjang, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat menahan diri, agar tidak membakar lahan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.

Pencegahan karhutla (kebakaran hutan dan lahan) menjadi tanggung jawab bersama karena dampaknya sangat luas, mulai dari gangguan kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi.

Dukungan Dari Berbagai Pihak
Aksi sosial ini terselenggara berkat dukungan donasi masker dari berbagai pihak, termasuk RAPI, PMI, RSUD Sekadau, AMS, Weng Kopi, Evo Coffee, Juragan Bangunan, serta tokoh masyarakat Kuntoro dan Pensong. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat Sekadau untuk tetap sehat dan peduli lingkungan di masa krisis asap.( Euis  ). 

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Next