SEKADAU – Dunia pers Indonesia kembali diwarnai oleh kabar kurang menyenangkan. Munculnya fenomena oknum tidak bertanggung jawab yang menyamar sebagai jurnalis atau wartawan menjadi ancaman serius bagi integritas profesi ini. Modus operandi yang mereka gunakan bukan lagi untuk menegakkan kebenaran, melainkan menyebarkan fitnah, tuduhan liar, hingga melakukan pemerasan terhadap individu maupun instansi.
Praktik buruk yang dilakukan oleh "oknum berkedok wartawan" ini sangat merusak tatanan demokrasi. Ketika seseorang menggunakan atribut pers hanya sebagai alat untuk menakut-nakuti korban demi mendapatkan uang atau keuntungan pribadi, hal tersebut secara langsung menghancurkan kepercayaan publik (public trust) terhadap lembaga pers yang sesungguhnya. Masyarakat menjadi skeptis dan sulit membedakan mana berita yang valid dan mana yang merupakan rekayasa untuk tujuan kriminal.
Para pakar komunikasi dan pengamat hukum menekankan bahwa tindakan pemerasan dan penyebaran berita bohong (hoaks) atas nama jurnalisme adalah pelanggaran berat. Hal ini tidak hanya melanggar Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), tetapi juga mencederai Kode Etik Jurnalistik yang menjunjung tinggi prinsip independensi, akurasi, dan fairnes.
"Tegakkan Etika Pers, Tolak Pemerasan & Berita Hoaks!" harus menjadi seruan bersama. Masyarakat dihimbau untuk lebih kritis dan waspada. Ciri-ciri oknum ini biasanya langsung meminta imbalan uang agar berita negatif tidak dimuat, atau justru mengancam akan memviralkan isu tanpa verifikasi fakta yang jelas.
Langkah tegas diperlukan dari berbagai pihak:
Aparat Penegak Hukum: Diharapkan segera menindak tegas setiap laporan mengenai pemerasan bermodus jurnalisme tanpa pandang bulu.
Dewan Pers & Organisasi Wartawan: Perlu memperketat verifikasi perusahaan pers dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai ciri-ciri wartawan profesional.
Masyarakat: Jangan mudah terintimidasi. Jika menghadapi oknum yang mengaku wartawan namun meminta uang, segera laporkan ke polisi atau verifikasi ke redaksi media yang bersangkutan.
Integritas pers adalah harga mati. Mari kita bersihkan lingkungan profesi ini dari parasit yang merusak nama baik ribuan jurnalis jujur yang bekerja keras menyajikan informasi bagi kemaslahatan bangsa. Stop praktik oknum, hidupkan kembali marwah pers yang bebas dan bertanggung jawab.( Euis ).
Trending