SEKADAU – Misi pencarian helikopter milik PT. Matthew Air dengan nomor registrasi PK-CFX yang hilang kontak sejak pagi hari, Kamis (16/4/2026), berakhir dengan kabar duka. Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan lokasi kecelakaan pesawat jenis Airbus H130 tersebut di wilayah Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
Sayangnya, seluruh orang yang berada di dalam pesawat dipastikan tidak selamat. Total 8 orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban terdiri dari dua awak kru dan enam penumpang.
Identifikasi Korban
Para korban yang tewas dalam insiden tragis ini adalah:
* Awak Pesawat (2 orang):
1. Capt. Marindra W. (Pilot in Command)
2. Harun Arasyid (Engine Observer)
* Penumpang (6 orang):
1. Mr. Patrick K.
2. Mr. Victor T.
3. Mr. Charles L.
4. Mr. Joko C.
5. Mr. Fauzie O.
6. Mr. Sugito
Helikopter yang menempuh rute Melawi menuju Kubu Raya tersebut dilaporkan hilang kontak pada pukul 08.39 WIB sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi hancur di area perbukitan yang sulit dijangkau.
Proses Evakuasi dan Investigasi Berlangsung
Saat ini, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan setempat sedang fokus melakukan proses evakuasi jenazah. Medan yang berat dan kondisi cuaca di lokasi menjadi tantangan utama dalam operasi pengangkatan korban.
Seiring dengan ditemukannya bangkai pesawat, pihak berwenang juga telah memulai langkah awal investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Kotak hitam (black box) dan data penerbangan akan menjadi kunci utama dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Himbauan Pemerintah dan Tim SAR
Menyusul temuan ini, Pemerintah Kabupaten Sekadau bersama Komandan On Scene Commander (OSC) dari Tim SAR menghimbau keras kepada masyarakat untuk:
1. Tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait foto atau video jenazah korban yang dapat mencederai perasaan keluarga yang ditinggalkan.
2. Memberikan ruang dan akses penuh bagi tim evakuasi dan investigator di lokasi kejadian. Kerumunan warga di sekitar titik evakuasi dikhawatirkan akan menghambat operasional alat berat dan tim medis.
3. Tetap tenang dan mempercayakan proses identifikasi serta pemulangan jenazah kepada prosedur resmi yang berlaku.
"Duka mendalam atas meninggalnya seluruh occupants helikopter PK-CFX. Kami mohon doa bagi almarhum dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan. Mari hormati proses evakuasi dengan tidak menghalangi jalan akses tim SAR," ujar perwakilan Tim SAR di lokasi.
Rencana pemulangan jenazah ke rumah duka masing-masing akan dikoordinasikan setelah proses identifikasi forensik selesai dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat.( Euis ).
Trending